Cari duit

cari uang,cari duit,cara kaya,untung besar

Sedih dan kesal

Ditulis oleh uangvalas di/pada Oktober 5, 2006

Seandainya aja aku tidak mengenal trading forex.Mungkin aku  tidak begini.Aku tidak begadang semalaman melototin monitor komputer.Aku gak akan mikirin biaya internet yang gede tiap bulannya.Aku gak kehilangan duit sampe puluhan juta.Aku mungkin gak ini,gak itu.Ah..itu semuanya masa lalu.Masa yang telah di jalani.Masa yang sudah lewat.Biarkan itu berlalu karena akupun tak sanggup untuk melarangnya.Yang ada dan nyata adalah sekarang.Bertahanlah,semangatlah,jangan pernah putus asa.sakit memang sakit ketika mengalami kerugian.sayang memang sayang dengan duitku.Tapi bisakan aku menikmati semua itu…?.kemanakah ceriaku yang dulu,kemanakah kebahagian dan kegembiraanku yang dulu.Kemanakah raut mukaku yang cerah,kemanakah senyumku yang murah,kemanakah diri yang dulu yang memiliki mimpi-minpi yang indah.Seolah semuanya telah lenyap dengan kegundahan hatiku.Aku semakin hari semakin diliputi oleh kekwatiranku akan biaya hidup.Terutama biaya internet yang hampir 2 juta sebulan.Padahal aku dah jadi pengangguran.Andalanku internet.Tapi aku belum tau kapan dan sampai kapan aku bisa bertahan sehingga aku menjadi sukses…ya sukses.!!!!! kapan ya kapan.Aku kin telah memiliki hati yang rapu.Hati yang cengeng!!!!.Ayolah kamu bangkit,kamu telah memutuskan tindakan kamu.dan kamu harus menerimanya dan buktikan bahwa kamu bisa sukses.Masalah duit untuk bertahan.Maka berusahalah sekuat tenaga dan pikiranmu.Curahkan kemampuanmu.Bertahanlah sampe kamu bener-bener merasakan nikmatnya hasil kerja kerasmu.Sedih dan menyakitkan memang ketika kalah.Tapi ayo dong kamu berpikir dan cari dimana kesalahanmu.Pasti itu ada yang salah.Pasti ada sesuatu di balik itu.maksudnya hikmah dari Allah Swt.Ayo bangun Ayo bangkit dan jangn pernah menyerah!!!.Amin

Ditulis dalam Blogroll | 1 Komentar »

Internet membuat hidup bergairah

Ditulis oleh uangvalas di/pada Oktober 1, 2006

Betapa saya merasa hidup ini serasa bergairah.Bisa di bayangkan,ketika mulai bangun tidur saya mengucapkan rasa syukur saya kepada Allah Swt.Sungguh tidak terhitung nikmatnya yang telah Dia berikan.Sampe-sampe saya sendiri tidak sanggup membayangkannya.Kemudian tatkala rasa syukur itu telah menjadi virus yang mengikat dan berjalan seiring waktu.Maka semakin nikmat dan bahagia hidup ini.Tidak ada rasanya bayang-bayang kesulitan yang ada di hadapanku.Aku memang menyadari bahwa meraih dan menanamkan virus rasa syukur di dalam program kehidupanku tidaklah mudah.Tetapi memang benar dengan apa yang telah di katakan oleh orang-orang sukses.Bahwa apabila kita ingin meraih kesuksesan dalam hidup,maka janganlah pernah berhenti,janganlah mudah menyerah,hadapi kegagalan demi kegagalan itu sebagai proses yang harus di terima,berdoalah sambil menangis ratapi kegagalan dan kesedihan,dan jadikan itu sebuah alat untuk meyakinkan diri bahwa kesuksesanmu telah menuggumu nun disana.Kamu hanyalah perlu bertahan dan bertahan.Hilangkan rasa lelah dan capekmu,hilangkan rasa pesimis dan putu asa mu.Maka niscaya cita-cita dan harapanku akan tiba saatnya.Sungguh mulia dan agungnnya Allah Swt menciptakan mahluknya.Hidup manusia tidaklah lepas dari jarak dan waktu.Ketika mulai dari sejak kita terlahir.Kita sudah dihadapkan dan di ajarkan bahwa kita harus melewati waktu.Maka dengan waktu kita bisa menempuh jarak kehidupan kita.Jadi…….,dengan Bersyukurlah segala sesuatu itu di mulai.Ketika rasa syukur itu telah menjadi bagian hatimu.Niscaya akupun merasakan betapa internet pun telah membuat hidupku bergairah.Alhamdullilah.

Ditulis dalam Blogroll | Leave a Comment »

Antara harapan dan kenyataan

Ditulis oleh uangvalas di/pada Oktober 1, 2006

Mitos Motivasi: Antara Harapan dan Kenyataan

Minggu lalu beberapa orang kawan dari sebuah bank nasional ternama 
mengajak saya makan siang sambil mendiskusikan detil acara yang akan 
mereka laksanakan, di mana saya adalah pembicara di acara tersebut. 
Saat menunggu makanan kawan saya, yang kebetulan adalah seorang Area 
Manager, bertanya, "Pak Adi apa bisa memberikan seminar motivasi?" 
 
"Maksudnya?" saya balik bertanya. 
 
"Kami pernah mengundang pembicara untuk memberikan motivasi bagi 
staff kami. Apa Bapak juga bisa memberikan seminar motivasi untuk 
membangkitkan semangat staff?" tanyanya lagi.
 
Sebelum menjawab pertanyaan kawan saya ini, saya bertanya, "Apa yang 
Ibu harapkan dari seminar motivasi?" 
 
"Kami ingin semangat kerja staff kami meningkat. Namun selama ini 
motivasi yang mucul setelah mengikuti seminar tidak bisa bertahan 
lama. Paling lama satu-dua hari. Setelah itu semangat kerja kembali 
ke keadaan semula seperti saat sebelum mengikuti seminar. Saya 
sendiri sudah sangat sering menghadiri berbagai seminar motivasi. 
Biasanya kalau saat seminar, motivasi saya akan sangat tinggi. Tapi 
satu dua hari setelah seminar, motivasi saya gembos seperti balon 
kehabisan udara. Mengapa bisa begini ya, Pak?" kejar kawan saya 
dengan penasaran.
 
Pernahkah anda mengalami seperti yang diceritakan kawan saya ini? 
Saya sendiri telah mengalaminya. Kesulitan yang selalu ditemui setiap 
peserta seminar motivasi adalah motivasi yang mereka dapatkan di 
seminar tidak bisa bertahan lama. Mengapa ini terjadi ? Apakah ada 
cara untuk bisa mempertahankan motivasi ? Kalau ada, bagaimana 
caranya? Saya mulai aktif menghadiri berbagai seminar motivasi sejak 
tahun 1994. Saya membaca sangat banyak buku motivasi, mendengarkan 
ratusan kaset seminar motivasi, dan bahkan sampai beberapa kali 
mengikuti seminar motivasi yang lamanya dua hari, di luar negeri, 
yang dihadiri lebih dari 35.000 (tiga puluh lima ribu) orang dalam 
satu stadion. Saat di seminar biasanya saya membuat "keputusan besar" 
untuk sukses, untuk berubah, untuk ini, untuk itu, dan masih 
banyak "keputusan besar" yang lain. Namun apa yang terjadi setelah 
itu? Semangat yang begitu menggebu-gebu dengan cepat hilang tak 
berbekas dan saya kembali seperti diri saya sebelum menghadiri 
seminar motivasi itu. 
 
Pertanyaannya sekarang adalah, "Apakah pembicara motivasinya tidak 
mampu memotivasi audiensnya?".Wah, kalau soal memotivasi, mereka 
sungguh luar biasa. Saya katakan "mereka" karena yang berbicara di 
seminar motivasi selama dua hari itu adalah para pembicara kaliber 
internasional. Mereka adalah figur sukses yang menjadi contoh bagi 
banyak orang. Mereka telah berhasil mengubah hidup mereka dari orang 
biasa menjadi luar biasa. Mereka sukses secara finansial dengan 
income 6 digit, dan ini dalam dollar Amerika bukan rupiah. 
 
Mereka banyak membantu orang lain, keluarganya bahagia, kondisi 
mental dan fisik sangat prima. Mereka adalah orang yang walk the 
talk. Bukan sekedar talk the talk seperti kebanyakan orang. Namun 
mengapa motivasi saya masih tetap seperti yo-yo? Sebentar naik, 
sebentar turun? Padahal saya sudah dimotivasi oleh pembicara yang 
sangat luar biasa?
 
Cukup lama saya mencari jawaban atas pertanyaan ini. Dalam upaya 
mencari jawaban atas pertanyaan ini saya terus menghadiri berbagai 
seminar motivasi. Saya membandingkan style pembicara satu dengan 
pembicara lainnya. Saya mengajak diskusi dan bertukar pikiran dengan 
sesama peserta seminar. Diakui oleh peserta seminar, ada pembicara 
yang sangat bagus memotivasi audiens sehingga motivasi bisa bertahan 
lama. Ada yang motivasinya hanya bisa bertahan satu atau dua hari. 
Dari perbandingan yang saya lakukan saya mendapatkan satu pola yang 
konsisten. Pembicara motivasi yang mampu memotivasi audiens dengan 
baik, sehingga audiens tetap bersemangat untuk waktu yang lama, 
mempunyai kelebihan tersendiri. Meskipun demikian, motivasi ini tidak 
dapat bertahan seterusnya. Cepat atau lambat, seperti yang telah saya 
alami, motivasi ini akan berkurang dan akhirnya habis... bis.... 
seperti balon yang kehabisan udara. 
 
Apa sebabnya? Motivasi yang didapat saat mengikuti seminar adalah 
motivasi yang berasal dari luar atau motivasi ekstrinsik. Motivasi 
jenis ini tidak bisa bertahan lama. Untuk berubah dan mencapai sukses 
kita harus mempunyai motivasi yang tumbuh dari dalam (intrinsik). 
Pembicara motivasi yang lihai adalah pembicara yang mampu menimbulkan 
motivasi intrinsik dalam diri audiensnya dan mengajarkan cara 
mempertahankan motivasi itu, setelah audiens pulang ke rumah dan 
menjalani kehidupan sehari-hari yang penuh tantangan. Jika audiens 
tidak diajarkan cara memelihara dan mempertahankan motivasinya maka 
motivasi itu pasti gembos dengan sendirinya.
 
Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang datang dari luar dan 
bersifat sementara. Motivasi eksternal membuat kita sangat 
bersemangat, pada saat di seminar, namun tidak bisa membuat semangat 
itu bertahan lama. Motivasi eksternal dapat mempengaruhi kita untuk 
melakukan perubahan namun tidak bisa membuat perubahan bagi kita. 
 
Mungkin anda akan bertanya, "Mengapa motivasi yang berasal dari luar 
tidak dapat bertahan lama?" Ini semua berhubungan dengan program 
pikiran. Motivasi eksternal membuat kita berpikir, dan ini adalah 
kerja pikiran sadar, bahwa kita dapat melakukan apa saja untuk 
mencapai semua impian hidup kita. Kita tentu ingin percaya bahwa kita 
bisa mencapai goal kita. Namun program pikiran, yang mempengaruhi 90% 
kemampuan berpikir kita, berkata lain, "Ah.... goal itu nggak masuk 
akal. Saya nggak mungkin bisa mencapainya. Saya sudah gagal berulang 
kali. Latar belakang saya berbeda dengan si pembicara. Saya punya 
banyak masalah dan hambatan. Saya nggak bisa ini.... nggak bisa 
itu... Tentu saya akan sangat sulit berhasil."
 
Kembali saya ulangi pertanyaan, "Mengapa motivasi yang berasal dari 
luar tidak dapat bertahan lama?" Karena motivasi eksternal hanya 
mampu membuat perubahan yang bersifat sementara. Motivasi eksternal 
bekerja tidak sejalan dengan prinsip kerja otak dan pikiran bawah 
sadar. 
 
Lalu, bagaimana caranya untuk bisa menghasilkan perubahan yang 
permanen? Inilah rahasianya. Empowerment atau peningkatan diri 
bukanlah hasil dari proses kerja pikiran sadar. Empowerment adalah 
suatu pengalaman pribadi yang kita alami karena pikiran bawah sadar 
berhasil mencapai goal dan kemudian pengalaman ini naik ke level 
pikiran sadar dalam bentuk perasaan "in control" terhadap hidup kita.
 
Kita bisa "mencoba" untuk merasa berubah. Kita bisa menggunakan 
kekuatan kehendak (will power) kita. Kita bisa datang ke berbagai 
seminar, membaca berbagai buku, mendengarkan kaset-kaset motivasi, 
dan setelah itu, untuk beberapa saat, kita merasa lebih mampu 
mengendalikan diri dan lebih fokus. Meskipun demikian kita tetap 
tidak bisa berubah atau mengalami empowerment bila tidak mendapat 
dukungan pikiran bawah sadar kita.
 
Inti perubahan adalah kita harus mengganti program-program negatip 
yang ada di pikiran bawah sadar kita dengan program yang positip. 
Saat kita termotivasi untuk berubah kita memutuskan untuk meng-
uninstall program negatip. Namun kita tidak diajarkan, di seminar 
motivasi itu, bagaimana cara untuk meng-install program positip. 
 
Mengapa kita perlu mengganti program negatip dengan yang positip? 
Karena program mental yang ada di pikiran bawah sadar adalah program 
lama – program yang akan menolak setiap informasi yang tidak sejalan 
dengan informasi yang telah tersimpan sebelumnya. Sesuai dengan cara 
kerja pikiran, semakin lama suatu program "menetap' di pikiran bawah 
sadar maka semakin kuat program itu. Salah satu hukum penting yang 
berhubungan dengan pikiran yaitu bila terjadi konflik antara pikiran 
sadar dan pikiran bawah sadar maka yang menang adalah pikiran bawah 
sadar.
 
Satu hal yang luar biasa mengenai program ini adalah bahwa setiap 
program bertindak seperti mahluk hidup yang mempunyai kehidupan 
sendiri. Saat kita akan mengganti program lama dengan yang baru, 
program lama ini akan melawan dengan segala cara untuk bisa 
bertahan "hidup". Itulah sebabnya mengapa orang biasanya sulit untuk 
melakukan perubahan.
 
Seorang pakar di bidang pikiran, yang bukunya baru-baru ini saya 
baca, malah mengatakan bahwa pikiran bawah sadar bekerja mirip dengan 
suatu jaringan komputer (network) yang terdiri dari sangat banyak 
komputer (baca: proses berpikir/program). Setiap komputer ini ada 
yang saling berbagai resource dan ada yang menutup diri tidak mau 
berbagi resource. Setiap komputer ini saling mempengaruhi.
 
Satu kisah menarik saya alami saat saya membantu seorang kawan 
memprogram ulang pikirannya. Selang beberapa saat, saya didatangi 
kawan saya ini dan sambil menangis ia berkata, "Pak, saya merasa diri 
saya saat ini bukanlah diri saya yang sesungguhnya. Namun di sisi 
lain saya merasakan ada sesuatu yang baru dalam diri saya. Seakan-
akan ada dua bagian dalam diri saya yang saling tarik ulur, saling 
bertempur. Ada apa yang dengan diri saya?" 
 
Saya lalu menjelaskan bahwa ini adalah sesuatu yang normal. Saya 
pernah mengalami keadaan ini. Kawan saya yang lain juga pernah. Saya 
kemudian meminta ia meneruskan programming-nya. Jika ia terus 
bertahan dengan program barunya maka program ini akan semakin kuat 
dan akhirnya akan mengalahkan pengaruh program yang lama. Seminggu 
kemudian ia memberikan laporan bahwa ia sudah merasa jauh lebih baik 
dan program barunya yang menang. 
 
Komputer Mental
Setelah membaca sejauh ini saya yakin anda pasti akan 
bertanya, "Bagaimana melakukan pemrograman ulang pikiran bawah 
sadar?" Sebenarnya mudah. Caranya sama dengan, namun sudah tentu 
tidak sesederhana, memprogram ulang komputer. 
 
Sebuah komputer menerima input dan mengeluarkan output. Untuk 
mengubah output, kita mesti mengubah input atau mengubah program. 
Prinsip ini berlaku untuk pikiran bawah sadar. Kalau kita hanya 
mengubah input maka kualitas output dibatasi oleh program yang 
digunakan. Jika programnya buruk maka meskipun input diubah maka 
output tetap tidak bisa maksimal. Saat kita mencoba mengubah suatu 
pola perilaku atau cara berpikir dengan hanya mengubah input tanpa 
mengubah program yang ada di bawah sadar maka cepat atau lambat 
program lama ini akan memicu ulang pola perilaku dan cara berpikir 
yang lama. Dalam hidup, sering kali lebih mudah bagi kita untuk 
mengubah program dari pada mengubah input secara permanen.
 
Ada lima cara untuk masuk ke pikiran bawah sadar yaitu repetisi, 
identifikasi kelompok/keluarga, informasi yang disampaikan oleh figur 
yang dipandang mempunyai otoritas, emosi yang intens, dan hipnosis. 
Kita bisa menggunakan satu cara saja atau kombinasi dari beberapa 
cara sekaligus. Begitu kita dapat masuk ke pikiran bawah sadar maka 
akan sangat mudah untuk melakukan perubahan atau modifikasi program. 
 
Pemrograman ulang bawah sadar ada banyak cara. Yang pertama adalah 
dengan mengubah self-talk kita (untuk self-talk, saya akan bahas di 
artikel tersendiri). Cara lain adalah dengan visualisasi kreatif, 
kisah sukses, simbol sukses, dan self-hypnosis. Yang lebih rumit 
adalah dengan bantuan seorang hipnoterapis yang berpengalaman. Khusus 
untuk hipnoterapi saya sarankan agar anda mencari orang yang benar-
benar kompeten agar jangan sampai terjadi kesalahan prosedur terapi. 
Salah satu cara pemrograman ulang pikiran bawah sadar yang cukup 
efektif adalah seperti yang dilakukan oleh kawan saya, seorang 
motivator berbasis NLP, Tommy Siawira, dengan Fire Walk Experience. 
Pengalaman berjalan di atas bara api, yang mana pikiran sadar merasa 
tidak mungkin untuk dilakukan namun ternyata bisa, memberikan efek 
luar biasa untuk mengubah program di pikiran bawah sadar. Efek 
perubahan diperkuat lagi dengan konseling yang biasa Tommy berikan 
sehingga peserta seminarnya tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa 
tetap mempertahankan motivasi mereka.[]
 
Sumber: Mitos Motivasi: Antara Harapan dan Kenyataan oleh Adi W. 
Gunawan. Adi W. Gunawan lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind 
Navigator, adalah pembicara publik dan trainer yang telah berbicara 
di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri. Ia telah menulis 
best seller Born to be a Genius, Genius Learning Strategy, Manage 
Your Mind for Success, Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan ?, dan 
Hypnosis – The Art of Subcsoncsious Communication.

Ditulis dalam Blogroll | Leave a Comment »